
Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang teknik sablon dan perbedaannya, ada baiknya kita bahas dulu tentang sablon secara umum. Sederhananya, definisi sablon adalah kegiatan mencetak objek dalam bentuk gambar atau tulisan yang dilakukan dengan menggunakan screen atau template di permukaan datar pada berbagai jenis media.
Setelah kita bahas tentang sablon secara umum, nah pada kesempatan ini kita akan membahas lebih dalam tentang jenis-jenis teknik sablon yang sering digunakan oleh para penggiat sablon.
Teknik Sablon Kaos Screen Printing
Sablon kaos adalah sebuah teknik untuk memindahkan desain yang terbuat dari bahan tinta atau bahan khusus lainnya, ke permukaan media apapun contohnya kaos polos dengan warna dasar yang beragam sesuai dengan selera masing-masing.
Proses sablon kaos membutuhkan tinta waterbase/plastisol, kita bisa mulai buat mulai dari 1 warna hingga 12 atau 13 warna sekaligus, sama sekali tidak ada masalah, selain itu harus dipersiapkan juga pemecahan warna secara baik dan benar, proses cetak warna harus dilakukan satu per satu.
Untuk kuantiti yang sedikit cost di awal akan cukup mahal, cost bisa murah jika kuantiti yang digunakan banyak. Proses gesut itu sangat menentukan hasil dari teknik sablon ini, dan keterampilan guest baik atau tidaknya kembali kepada kemampuan dari penyablon, karena menggunakan feeling, dan ini adalah bentuk dari seni sablon. Untuk tinta plastisol, bisa menggunakan teknik sablon wet on wet, atau dry on wet.
Wet on Wet
Teknik wet on wet sering digunakan untuk cetakan raster (beberapa warna), keunggulan dari teknik wet on wet ini adalah bisa menimpah/menumpuk warna sehingga bercampur secara alami. Teknik wet on wet ini agak sulit jika diterapkan pada jenis tinta rubber, karena jenis tinta rubber ini lebih cocok menggunakan teknik dry on dry, karena sifat dari tinta rubber adalah waterbase.
Dry on Dry
Teknik dry on dry ini kebalikan dari teknik wet on wet, dimana teknik dry on dry ini membiarkan satu warna kering terlebih dahulu sebelum menambahkan warna lain. Teknik ini lebih cocok dengan tinta yang waterbased contohnya seperti tinta rubber.
Teknik Sablon Direct to Garment (DTG)
Teknik direct to garment atau biasa disingkat dengan nama DTG. Teknik DTG ini sangat memungkinkan kita mencetak langsung di atas media. Konsep dari teknik ini hampir sama kalo kita mau mencetak di atas kertas menggunakan printer inkjet.
Warna sablon yang dihasilkan dengan menggunakan teknik ini sangat detail. Nah, teknik ini memungkinkan kita untuk mencetak foto atau desain dengan resolusi tinggi.
Teknik Sablon Kaos Sublimasi

Teknik sublimasi ini menggunakan transfer paper. Perbedaan teknik sublimasi dengan teknik polyflex adalah, transfer paper yang digunakan dalam teknik sublimasi ini sebelumnya dicetak menggunakan printer khusus.
Setelah tercetak, kemudian transfer paper tersebut ditempelkan pada kain yang sudah siap untuk disablon dan dipanasi menggunakan mesin heat press. Tinta yang sebelumnya sudah tertempel pada transfer paper, kemudian akan diserap oleh media.
Teknik Sablon Direct Transfer Film

DTF atau Direct Transfer Film adalah salah satu teknik yang menggunakan tinta khusus untuk mentransfer gambar ke atas kertas film dengan bantuan lem powder atau bubuk lem yang berfungsi sebagai perekat untuk menghasilkan gambar diatas kaos atau media lainnya.