Apa Itu Sablon Plastisol – Pengertian, Kekurangan dan Kelebihan

Plastisol
Warna Aseli

Sablon plastisol merupakan salah satu sablon yang paling familiar dikenal oleh masyarakat. Meskipun perkembangan screen printing, sablon plastisol tetap memiliki daya tariknya tersendiri di mata designer dan pecinta fashion. Salah satunya karena ada sentuhan ‘tradisional’ karena prosesnya yang manual, berbeda halnya dengan afdruk screen. Untuk tahu lebih lanjut, mari kita bedah lebih dalam mengenai cetakan yang satu ini.

Pengertian Sablon Plastisol

Sablon Plastisol merupakan sablon yang pada prosesnya menggunakan tinta plastisol, tinta yang terbuat dari PVC resin dan plasticizer. Meskipun begitu plastisol lebih sering dikenal berbahan dasar minyak. Hal ini membuat sablon plastisol membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringan nya.  Tinta Plastisol tidak bisa kering pada sendirinya , harus ada process curing dengan temperatur tinggi dan pemanasan infra merah.

Kegunaan Sablon Plastisol

Salah satu yang paling sering direkomendasikan adalah penggunaan sablon plastisol pada media kaos. Hal ini dikarenakan sablon plastisol akan menempel erat dengan bahan kaos, dan gambar yang dihasilkan pun bisa sangat detail, karena tinta ini bisa di cetak dengan menggunakan Mesh 130 , untuk mendapatkan detail raster yg baik. Permukaannya bisa lembut atau kasar tergantung pada process finishing setelah hasil selesai.

Keunggulan Sablon Plastisol Dibandingkan Jenis Sablon Lain

Sablon plastisol adalah sablon yang berstandar internasional dan salah satu yang terbaik diantara sablon lainnya. Hal ini dikarenakan jenis cetakan ini memiliki keunggulan dibanding jenis yang lain. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:

Memiliki Daya Rekat Yang Sangat Kuat

Tinta plastisol memiliki karakter dapat menempel sangat erat dengan kaos. Daya rekatnya yang  tinggi menjadikan sablon pada kaos akan sangat awet dan berdaya tahan tinggi. Bahkan jenis sablon ini aman ketika dicuci berulang kali, meskipun menggunakan mesin pengering.

Warna Yang Dihasilkan Cerah dan Detail

Dengan teknik pecah warna yg benar sablon plastisol bisa menghasilkan gambar  menyerupai aslinya, dengan kualitas warna dan detail  sangat tinggi. Terutama pada kain yang berbahan gelap, warna yang dihasilkan oleh sablon plastisol cenderung lebih baik dibandingkan dengan rubber. Karena raster yg di ciptakan bisa lebih kecil dari pada raster yg di sablon oleh tinta rubber.

Tinta Plastisol tidak kering di atas screen

Sablon plastisol juga memiliki keunggulan ketika dibiarkan dalam screen. Karena tinta plastisol tidak akan kering sebelum kena process curing, temperatur tinggi. Jadi sangat cocok untuk tempat produksi yg personalnya terbatas dan tahapan kerja bisa diatur.

Sangat Awet Sekalipun Sudah Dicuci Berkali-kali

Sablon plastisol setelah process curing merupakan cetakan berkualitas tinggi. Selain menjadikannya memiliki ketajaman gambar yang detail, kedekatannya dengan kaos pun sangat tinggi. Sehingga awet meskipun mengalami berkali-kali pencucian, secara manual maupun dengan mesin cuci berpengering.

Kekurangan Sablon Plastisol

Meskipun memiliki banyak keunggulan, ada beberapa poin yang dapat dijadikan pertimbangan dalam pemilihan ini. Kekurangan sablon plastisol dibandingkan yang lain antara lain: 

  • Tidak tahan disetrika
  • Proses pengeringan membutuhkan alat khusus
  • Hanya bisa di sablon untuk bahan yg tahan panas 

Tinta yang digunakan butuh biaya produksi yang cukup tinggi

Tinta plastisol menggunakan suatu bahan minyak sintetis yang cukup langka. Dan process pengeringan juga membutuhkan peralatan khusus. Karena itu, penggunaan tinta plastisol biasanya memakan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan rubber. Namun hal ini sepadan dengan kualitas yang dihasilkan.

Hasil Sablon Tidak Dapat Disetrika Langsung

Untuk yang satu ini, kalian harus berhati-hati. Hasil dari sablon ini tidak dapat disetrika secara langsung, karena akan menyebabkan hasil sablon menjadi rusak.  Jadi sebaiknya ketika menyetrika bahan ini, dapat dilakukan dengan melapisinya dengan bahan kain lain dan melakukannya dari sisi yang tidak langsung menempel dengan sablon.

Daya listrik yang tinggi untuk alat pengering

Proses pengeringan sablon ini menggunakan alat khusus yang memakan daya listrik yang tinggi. Hal ini menyebabkan biaya produksi yang lebih tinggi pula.

Kain yang digunakan haruslah tahan panas

Untuk mencapai tahap pengeringan sempurna, Cetakaannya harus terpapar panas sekitar 300 – 330º F (143-166º C). Hal ini menyebabkan kain yang digunakan haruslah pula tahan dengan temperatur tersebut agar kain dan sablon dapat merekat dan mengering dengan sempurna.

Kesimpulan

Pencetakan yang satu ini yang berbahan dasar minyak ini ternyata memiliki berbagai keunggulan. Dari mulai kualitas gambar yang tinggi, awet, berdaya rekat tinggi dan dapat dibiarkan di dalam screen dalam jangka waktu yang lama. Meskipun begitu tetap menjadi pertimbangan karena biaya produksinya yang cukup mahal dan perawatan ketika menyetrikanya butuh perhatian khusus.

Selain jenis sablon plastisol, ada pula jenis lain yang cukup populer dan menjadi alternatif yang biasa digunakan.  Kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya menjadikannya dapat dijadikan opsi untuk kamu. Untuk tahu lebih jauh, mari berkenalan dengan sablon rubber.

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Scroll to Top